Gudang yang berada di daerah tersebut di duga ada nya pendangkalan dan Penyempitan aliran sungai,alih pungsi lahan penyebab dampak banjir.
Menurut Ketua Rukun Tetangga ( RT) 1 lingkungan 1 kelurahan waygubak Ahmad Sopyan mengatakan,aktivitas operasional perusahaan memicu sedimentasi serta endapan material yang membuat aliran sungai semakin dangkal,Kata Ahmad Sopyan
Dikatakannya,Penertiban yang dilakukan pemerintah setempat sebelumnya juga mendapati adanya pelanggaran berupa tembok atau panel beton dari pihak perusahaan yang menutup aliran sungai dan memperparah luapan air.
Hal itu lanjut Sopyan, mengakibatkan kurang nya resapan di kawasan tangkapan air di bagian hulu membuat debit air hujan menghantam pemukiman warga di dataran rendah kata Sopyan dengan nada lantang
Saya bersama warga telah menyampaikan hal ini kepada pemilik perusahaan ( Tensyu) namun hingga saat ini belum ada tanggapan keluh Sopyan kepada awak media.
Berdasarkan investigasi Tim WN 88 kota Bandar Lampung, ke lokasi, tim mencoba mencari keterangan dengan mewawancara beberapa warga terdampak.
Sebagin besar warga lingkungan 1 RT 01 kelurahan way gubak mengaku mengeluh dengan adanya aktivitas gudang yang berada di daerah tersebut,pasalnya sejak berdirinya gudang tersebut saluran air menjadi tersumbat ternyadinya penyempitan saluran air.
akibat nya,aliran drainase menjadi tersumbat mengakibatkan air meluap dan membanjiri pemukiman warga.
Fitri salah seorang warga yang sempat di wawancarai tim WN 88 mejelaskan, tiap hujan deras lingkungan nya sering terendam banjir akibat saluran yang menyempit.
" Drainase di belakang rumah kecil karena Drainase di jalan utama menyempit ,jalan air otomatis berbalik masuk ke lingkungan warga," ujar Fitri.
Di tempat yang sama Karyo salah satu warga yang rumah nya terendam banjir mengaku, saat hujan deras air mengenang,masuk lokasi pemukiman,,rumah saya berada tepat dibawah gunung otomatis air turun dan menggenang.
" Pernah Rumah saya terendam banjir sampai pinggang orang dewasa, kasur sampai basah, barang barang elektronik pun ikut rusak, " kata Karyo dengan nada kesal.
Kini, seluruh warga lingkungan 1 RT 01 Kelurahan Way Gubak meminta Pemkot Bandar Lampung,melalui dinas terkait , untuk segera menindaklanjuti, melakukan penertiban, dan juga memfasilitasi mediasi langsung antara warga dengan pihak perusahaan.
Harapannya, melalui dialog dan kesepakatan bersama, aliran sungai dan drainase yang menyempit , bisa segera di lebarkan , dan tidak ada lagi warga yang harus kehilangan harta benda ,setiap kali hujan turun.
Warga hanya ingin hidup tenang, aman dari banjir, dan merasa didengar oleh pemerintah yang menjadi tempat mereka mengadu.tutup Karyo ( TIm WN 88).